Gebyar Hari Pramuka ke-65, SD Negeri 2 Kalitapen Hidupkan Semangat Siaga dan Penggalang Lewat Persari

KALITAPEN – Semangat memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 terasa meriah di Pangkalan SD Negeri 2 Kalitapen, Kwartir Ranting Purwojati, Jumat (14/8/2026). Mengusung semangat Gebyar Hari Pramuka ke-65, Gugus Depan Banyumas 16.1388–16.1389 tersebut menggelar kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) yang diikuti oleh anggota Pramuka golongan Siaga dan Penggalang.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman SD Negeri 2 Kalitapen ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta didik bersama para pembina Pramuka putra maupun putri. Sejak rangkaian kegiatan dimulai, suasana sekolah tampak berbeda dengan nuansa kepramukaan yang begitu kuat. Para peserta mengikuti setiap kegiatan dengan semangat, ceria, dan penuh kebersamaan.

Persari menjadi salah satu bentuk kegiatan pembinaan kepramukaan yang dikemas secara menarik dan menyenangkan. Tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati Hari Pramuka, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi peserta didik untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kekompakan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Kegiatan diawali dengan Upacara Pembukaan yang berlangsung secara tertib dan khidmat. Seluruh peserta mengikuti prosesi pembukaan dengan penuh perhatian sebagai tanda dimulainya rangkaian Gebyar Hari Pramuka ke-65 di pangkalan SD Negeri 2 Kalitapen.

Melalui upacara tersebut, peserta didik kembali diingatkan bahwa kegiatan Pramuka bukan sekadar aktivitas di luar kelas, tetapi menjadi salah satu wadah pembentukan karakter. Sikap disiplin saat mengikuti upacara, mendengarkan arahan pembina, hingga bertanggung jawab terhadap kelompok menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diterapkan secara langsung.

Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Aksi dan Edukasi Lingkungan melalui Operasi Semut. Seluruh anggota Pramuka bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar sekolah dengan memungut dan memilah sampah yang ditemukan.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk sederhana namun nyata dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Peserta didik diajak memahami bahwa menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Semangat gotong royong pun terlihat ketika anggota Siaga dan Penggalang bekerja bersama menyelesaikan kegiatan kebersihan.

Setelah lingkungan sekolah kembali bersih, suasana Persari semakin semarak melalui Permainan Edukatif atau Dinamika Kelompok. Peserta mengikuti berbagai permainan beregu yang dirancang untuk melatih fokus, komunikasi, strategi, ketangkasan, serta kemampuan bekerja sama.

Dalam permainan tersebut, setiap anggota regu memiliki peran masing-masing. Mereka dituntut untuk saling berkomunikasi, mendengarkan pendapat teman, menyusun strategi, serta menyelesaikan tantangan secara bersama-sama. Suasana penuh canda dan sorak dukungan membuat kegiatan berlangsung semakin meriah.

Bagi anggota Pramuka Siaga, permainan menjadi sarana belajar yang menyenangkan, sedangkan bagi anggota Penggalang, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama. Dari kegiatan sederhana inilah peserta didik belajar bahwa keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya ditentukan oleh satu orang, tetapi melalui kekompakan seluruh anggota.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Karakter dan Kreativitas. Materi dikemas secara interaktif agar peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga dapat mempraktikkan nilai-nilai kepramukaan dalam kegiatan sehari-hari.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka menjadi salah satu dasar dalam kegiatan tersebut. Peserta didik diajak untuk membiasakan diri bersikap disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, mencintai alam, serta memiliki keberanian dan kemandirian dalam menghadapi berbagai situasi.

Kegiatan kreativitas juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengekspresikan ide dan kemampuan mereka. Dengan suasana yang gembira dan tidak kaku, peserta dapat belajar sekaligus bermain sehingga nilai-nilai kepramukaan lebih mudah diterima dan diingat.

Para pembina Pramuka SD Negeri 2 Kalitapen turut aktif mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kegiatan berjalan dengan aman, tertib, serta sesuai dengan tujuan pembinaan Pramuka di tingkat Siaga dan Penggalang.

Melalui Persari, peserta didik juga mendapatkan pengalaman belajar di luar pola pembelajaran kelas. Mereka belajar berinteraksi dengan teman, bekerja dalam kelompok, menyelesaikan tantangan, menjaga lingkungan, serta mengikuti aturan yang telah ditentukan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Gebyar Hari Pramuka ke-65 kemudian ditutup dengan Upacara Penutupan. Seluruh peserta kembali berkumpul mengikuti prosesi penutupan sebagai tanda berakhirnya rangkaian Persari Tahun 2026.

Pelaksanaan Persari di SD Negeri 2 Kalitapen menjadi bukti bahwa peringatan Hari Pramuka dapat dikemas melalui kegiatan yang edukatif sekaligus menggembirakan. Semangat kebersamaan yang tumbuh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti setelah Persari berakhir, tetapi terus dibawa oleh peserta didik dalam kehidupan di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

Melalui Gebyar Hari Pramuka ke-65 ini, Pangkalan SD Negeri 2 Kalitapen berharap seluruh anggota Pramuka semakin memiliki karakter yang disiplin, mandiri, tangguh, kompak, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki semangat cinta tanah air. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Gerakan Pramuka di pangkalan diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *