Menjaga Nyala Satya: Khidmat Ulang Janji Kwarran Purwojati di Baturraden

oplus_2

BATURRADEN – Dalam suasana malam yang tenang dan penuh khidmat, Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Purwojati melaksanakan Upacara Renungan dan Ulang Janji sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai, bertempat di Bumi Perkemahan Gubug Delimor, Baturraden.

Upacara tersebut menjadi salah satu momen penting bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka di lingkungan Kwarran Purwojati untuk kembali menghayati makna pengabdian, memperkuat komitmen, serta melakukan refleksi atas perjalanan pembinaan kepramukaan yang telah dilaksanakan selama ini. Suasana malam yang hening semakin menambah kekhidmatan prosesi, terlebih ketika seluruh peserta mengikuti setiap tahapan upacara dengan penuh kesungguhan.

Kegiatan diikuti oleh 30 Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus) dari berbagai pangkalan SD/MI, SMP/MTs, hingga SMK/MA di wilayah Kwarran Purwojati. Selain para Kamabigus, hadir pula panitia Kemah Majelis Pembimbing (Mabi) serta jajaran unsur Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Purwojati yang turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Prosesi upacara dipimpin oleh Kak Galih Latiano sebagai Pemimpin Upacara, sementara Kak Neysa Dika Putri bertugas mengatur jalannya prosesi. Ketua Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, bertindak sebagai Pembina Upacara. Suasana semakin menghayati makna kegiatan ketika renungan malam dibacakan oleh Kak Dwi Nur, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Kak Ikhya.

Renungan dan Ulang Janji merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam dalam Gerakan Pramuka. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Pramuka, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota dewasa untuk sejenak berhenti dari berbagai aktivitas, melihat kembali perjalanan pengabdian, serta menguatkan niat untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan generasi muda.

Dalam suasana malam yang penuh perenungan, para peserta kembali diingatkan bahwa menjadi bagian dari Gerakan Pramuka bukan sekadar mengenakan seragam maupun menjalankan kegiatan organisasi. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab moral untuk memberikan keteladanan, membimbing peserta didik, serta ikut membentuk generasi muda yang memiliki karakter, keterampilan, kepedulian, dan semangat kebangsaan.

Kegiatan Renungan dan Ulang Janji ini juga menjadi bagian dari rangkaian Kemah Orientasi Mabi Gerakan Pramuka Kwarran Purwojati Tahun 2026. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti kegiatan Karang Pamitran yang menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, serta memperkuat komunikasi antara Kamabigus, Mabiran, dan unsur Kwarran. Dengan dilaksanakannya renungan dan ulang janji, rangkaian kegiatan tersebut semakin memperkuat pesan tentang pentingnya komitmen bersama dalam memajukan Gerakan Pramuka di wilayah Purwojati.

Ketua Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, menyampaikan bahwa momentum Ulang Janji harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, janji yang kembali diikrarkan merupakan pengingat bagi setiap anggota dewasa untuk terus menjaga semangat pengabdian dan tidak kehilangan arah dalam menjalankan tugas pembinaan.

“Upacara renungan dan ulang janji ini menjadi momentum untuk mengetuk kembali hati nurani kita sebagai pendidik dan pembina. Kita memperbarui komitmen diri agar tidak pernah lelah mendampingi dan membimbing generasi muda di pangkalan masing-masing. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi nilai-nilai yang kita tanamkan akan menjadi bekal bagi mereka di masa depan,” ujar Kak Sodiqun Wahab.

Ia juga menekankan bahwa perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru dalam pembinaan peserta didik. Kemajuan teknologi, perubahan pola komunikasi, serta beragam persoalan yang dihadapi generasi muda menuntut anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk terus belajar dan menyesuaikan diri tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.

“Kita menghadapi generasi yang terus berubah. Karena itu, pembina dan Kamabigus juga harus terus berkembang. Sinergi antara Mabiran, Kwarran, dan Kamabigus menjadi sangat penting agar pembinaan di setiap pangkalan dapat berjalan secara konsisten dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik sesuai perkembangan zaman,” lanjutnya.

Kehadiran 30 Kamabigus dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bukti kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Gerakan Pramuka di wilayah Kwarran Purwojati. Para Kamabigus memiliki posisi strategis dalam memberikan dukungan terhadap pembinaan di gugus depan, sehingga komunikasi dan koordinasi antara majelis pembimbing dengan unsur Kwarran perlu terus diperkuat.

“Semoga malam ini bukan hanya menjadi malam untuk mengingat kembali janji, tetapi juga menjadi awal untuk memperbarui semangat. Mari kita samakan langkah, saling mendukung, dan bersama-sama membawa Pramuka Purwojati semakin maju, semakin solid, dan semakin memberikan manfaat bagi peserta didik serta masyarakat,” ungkap Kak Sodiqun.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang tenang hingga prosesi akhir. Penyalaan obor secara simbolis menjadi salah satu bagian yang memperkuat pesan tentang semangat pengabdian yang harus terus dijaga. Cahaya yang menyala di tengah malam menjadi simbol bahwa semangat kepramukaan diharapkan tetap hidup dan menjadi penerang dalam menjalankan tugas pembinaan generasi muda.

Melalui Upacara Renungan dan Ulang Janji ini, Kwarran Purwojati berharap seluruh anggota dewasa dapat semakin memahami makna pengabdian serta mampu menerjemahkan nilai-nilai Satya dan Dharma dalam tindakan nyata. Komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti pada malam peringatan, tetapi terus diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembinaan di pangkalan masing-masing.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh peserta meninggalkan tempat upacara dengan membawa semangat baru untuk melanjutkan pengabdian dan menyambut rangkaian puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 dengan tekad yang lebih kuat.

Bagi Kwarran Purwojati, Renungan dan Ulang Janji menjadi pengingat bahwa perjalanan Gerakan Pramuka dibangun melalui ketulusan, kebersamaan, dan konsistensi para anggotanya. Dari malam yang penuh perenungan tersebut, diharapkan lahir kembali semangat untuk terus bergerak, berkarya, dan mengabdikan diri bagi generasi muda.

oplus_2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *