GERDUREN — Semangat memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 terasa begitu meriah di Pangkalan SD Negeri 3 Gerduren pada Jumat, 14 Agustus 2026. Gugus Depan 16.1394–16.1395 menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas I hingga kelas VI. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut dikemas dengan berbagai aktivitas kepramukaan yang edukatif, menyenangkan, sekaligus menantang.
Persari menjadi momentum bagi peserta didik untuk memperingati Hari Pramuka sekaligus mendapatkan pengalaman belajar secara langsung di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui berbagai aktivitas yang disiapkan, peserta didik dilatih untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, keberanian, kerja sama, kreativitas, kepedulian, serta semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dalam pendidikan kepramukaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh semangat. Bertindak sebagai pembina upacara, Suprapto, S.Pd.I., menyampaikan amanat mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik diajak untuk tidak hanya memahami berbagai keterampilan Pramuka, tetapi juga membiasakan diri menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, berani, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian aktivitas yang disesuaikan dengan golongan peserta. Peserta Siaga mengikuti taman permainan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, sedangkan peserta Penggalang mengikuti kegiatan penjelajahan dengan melewati tiga pos yang memiliki tantangan dan materi berbeda. Perpaduan kegiatan tersebut membuat Persari semakin semarak sekaligus memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi seluruh peserta.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta mengikuti Taman dan Pos KIM yang dirancang untuk mengasah ketelitian, daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan memanfaatkan pancaindra. Peserta ditantang untuk lebih cermat dalam mengamati dan mengingat informasi yang diberikan, sehingga kegiatan berlangsung sekaligus menjadi latihan ketangkasan berpikir.
Selanjutnya, terdapat Taman dan Pos Bumbung Kemanusiaan yang mengajarkan pentingnya kepedulian dan empati terhadap sesama. Melalui kegiatan tersebut, peserta dikenalkan dengan nilai berbagi dan membantu orang lain sebagai salah satu bentuk penerapan semangat kemanusiaan dalam Gerakan Pramuka.
Kemeriahan semakin terasa ketika peserta mengikuti Taman dan Pos Yel-Yel. Setiap regu mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, kekompakan, dan semangat melalui yel-yel yang telah dipersiapkan. Selain menciptakan suasana yang menyenangkan, kegiatan ini juga melatih rasa percaya diri serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
Rangkaian berikutnya adalah Taman dan Pos Ketaqwaan. Pada kegiatan ini peserta mendapatkan penguatan mengenai nilai keagamaan, akhlak, kejujuran, dan sikap saling menghormati. Pembelajaran tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu menerapkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta kemudian menghadapi tantangan di Taman dan Pos Ketangkasan. Berbagai aktivitas yang diberikan melatih keberanian, kelincahan, kerja sama, serta sportivitas. Setiap peserta dituntut untuk menyelesaikan tantangan dengan tetap menjaga kekompakan dan saling memberikan dukungan kepada anggota regunya.
Pada bagian akhir rangkaian penjelajahan, peserta mengikuti Taman dan Pos PBB. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengasah kedisiplinan, konsentrasi, kekompakan, serta kemampuan mengikuti aba-aba dengan tepat. Melalui latihan PBB, peserta dibiasakan untuk bertindak tertib dan bertanggung jawab sebagai bagian dari sebuah kelompok.
Sepanjang kegiatan, antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Berbagai tantangan yang diberikan tidak mengurangi semangat mereka untuk terus mengikuti kegiatan hingga selesai. Setiap regu berusaha memberikan kemampuan terbaik sekaligus saling membantu agar seluruh anggotanya dapat menyelesaikan tantangan bersama-sama. Di sinilah semangat kebersamaan dan jiwa korsa tumbuh melalui pengalaman nyata.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, suasana semakin khidmat dengan dilaksanakannya upacara api unggun. Api unggun menjadi salah satu bagian yang memberikan kesan tersendiri bagi peserta dalam memperingati Hari Pramuka ke-65. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara penutupan sebagai tanda berakhirnya seluruh rangkaian Persari.
Rangkaian Persari SD Negeri 3 Gerduren berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WIB dengan penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan. Seluruh kegiatan menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik karena mereka dapat belajar melalui permainan, tantangan, kerja sama, serta aktivitas kepramukaan yang dikemas secara langsung dan menyenangkan.
Melalui kegiatan Persari ini, SD Negeri 3 Gerduren berharap peserta didik memperoleh pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pembelajaran bermakna. Berbagai tantangan yang diikuti diharapkan mampu membentuk peserta didik menjadi pribadi yang semakin mandiri, disiplin, berani, terampil, peduli, mampu bekerja sama, serta memiliki karakter yang kuat.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui kegiatan Persari menjadi salah satu wujud nyata komitmen SD Negeri 3 Gerduren dalam menjadikan pendidikan kepramukaan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Dari lingkungan sekolah, semangat Pramuka terus ditanamkan melalui kegiatan yang nyata agar nilai-nilai tersebut tumbuh menjadi kebiasaan positif yang dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.








Pramuka Purwojati Edukasi, Prestasi, Semangat Tanpa Henti!