BANYUMAS — Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati turut ambil bagian dalam Lomba Keterampilan Kepramukaan (Scouting Skills Competition/SSC) bagi Pembina Pramuka Kualifikasi KMD dan KML Tingkat Kwartir Cabang Banyumas Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, dengan mempertemukan para pembina Pramuka dari berbagai kwartir ranting di wilayah Kwartir Cabang Banyumas untuk menguji sekaligus mengembangkan keterampilan kepramukaan.
Kontingen Kwarran Purwojati diberangkatkan pada Sabtu pagi dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan membawa semangat untuk belajar, berkompetisi, serta mengaplikasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan kepramukaan yang selama ini dimiliki. Keikutsertaan dalam SSC menjadi kesempatan bagi para pembina untuk tidak hanya menularkan ilmu kepada peserta didik di pangkalan masing-masing, tetapi juga mengasah kemampuan diri melalui pengalaman langsung dalam sebuah kompetisi.
Berdasarkan jadwal pelaksanaan, kegiatan SSC diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.30 WIB, dilanjutkan persiapan dan upacara pembukaan pada pukul 08.30–09.30 WIB. Setelah pembukaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan pengembangan kapasitas pembina melalui Scoutmaster Upgrading Camp dan Scoutleader Development Camp yang berlangsung dalam dua sesi. Agenda tersebut menjadi ruang bagi para pembina untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kapasitas dalam menjalankan peran sebagai pembina Pramuka.
Pada hari pertama, peserta juga mengikuti berbagai perlombaan keterampilan, di antaranya Lomba PUPK, Pionering, dan Masak Rimba. Kompetisi berlangsung dengan mengedepankan keterampilan, ketelitian, kreativitas, kerja sama, serta kemampuan peserta dalam menyelesaikan tantangan sesuai ketentuan perlombaan. Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Sharing Session/Scouleaders Talk, evaluasi singkat, dan istirahat sebelum peserta kembali mengikuti rangkaian kegiatan pada hari kedua.
Memasuki Minggu, 23 Agustus 2026, peserta mengawali kegiatan dengan ibadah, olahraga, keperluan pribadi, dan sarapan pagi. Setelah persiapan penjelajahan, peserta mengikuti rangkaian penjelajahan yang terdiri atas empat pos, yaitu Isyarat Semaphore dan Morse, Peta Perjalanan, Sandi, serta Halang Rintang. Setiap pos menjadi tantangan tersendiri yang menguji kemampuan peserta dalam menerapkan keterampilan kepramukaan secara langsung.
Salah satu kabar membanggakan datang dari kontingen putri Kwarran Purwojati yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Pionering Putri. Prestasi tersebut menjadi buah dari kerja keras, kekompakan, ketelitian, dan kemampuan peserta dalam menerapkan teknik pionering secara tepat selama perlombaan.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembina Pramuka Kwarran Purwojati memiliki semangat untuk terus mengembangkan kompetensi dan keterampilan. Pionering bukan hanya tentang menyusun tongkat dan tali, tetapi juga membutuhkan perencanaan, ketelitian, komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara efektif.
Ketua Kwartir Ranting Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah membawa nama Kwarran Purwojati dalam ajang SSC 2026. Menurutnya, kompetisi tersebut harus dipandang bukan hanya sebagai ajang mengejar prestasi, tetapi juga sebagai ruang belajar bagi para pembina untuk meningkatkan kualitas diri.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan seluruh kontingen Kwarran Purwojati. Prestasi Juara 1 Pionering Putri tentu menjadi kebanggaan bersama, tetapi yang tidak kalah penting adalah proses belajar dan pengalaman yang didapat selama mengikuti SSC. Kakak-kakak pembina memiliki kesempatan untuk menerapkan secara langsung ilmu dan keterampilan yang selama ini dimiliki,” ujar Kak Sodiqun Wahab.
Ia menambahkan bahwa seorang pembina Pramuka perlu terus mengembangkan diri karena tantangan dalam pembinaan peserta didik juga terus berubah. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki pembina tidak cukup hanya disampaikan kepada adik-adik di pangkalan, tetapi juga perlu diasah melalui praktik dan pengalaman.
“Saatnya kakak-kakak tidak hanya menularkan ilmu kepada anak didik, tetapi juga menerapkan ilmu tersebut dalam kegiatan SSC. Terus belajar, jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan bawa nama baik Kwarran Purwojati. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan pembinaan yang semakin baik di pangkalan masing-masing,” lanjutnya.
Kak Sodiqun juga berharap keikutsertaan Kwarran Purwojati dalam SSC dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembina Pramuka. Semakin banyak pembina yang memiliki pengalaman, keterampilan, dan wawasan yang baik, semakin kuat pula proses pembinaan kepramukaan di setiap gugus depan.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada Minggu siang melalui upacara penutupan dan pengumuman kejuaraan, kontingen Kwarran Purwojati membawa pulang pengalaman sekaligus prestasi yang membanggakan. Juara 1 Pionering Putri menjadi capaian positif yang diharapkan dapat memacu semangat seluruh pembina untuk terus berlatih, berinovasi, dan meningkatkan kompetensi.
Keikutsertaan dalam Scouting Skills Competition 2026 menjadi bukti bahwa semangat belajar dalam Gerakan Pramuka tidak mengenal kata berhenti. Dari pembina yang terus mengasah keterampilan, lahir pembinaan yang semakin berkualitas untuk peserta didik. Dari kompetisi, lahir pengalaman. Dan dari pengalaman, lahir prestasi. ⚜️













Pramuka Purwojati Edukasi, Prestasi, Semangat Tanpa Henti!