Dongeng Boneka Tangan Tiga Bahasa Ramaikan Stand Kwarran Purwojati

PURWOKERTO — Ada cara unik untuk mengenalkan dunia kepramukaan di stand Kwarran Purwojati dalam Festival Pramuka Banyumas 2026. Kak Neysa Dika P. menghadirkan dongeng menggunakan dua boneka tangan yang mengenakan pakaian Pramuka, Kamis (10/9/2026).

Kedua boneka tersebut menjadi tokoh dalam cerita yang mengenalkan berbagai golongan Pramuka, mulai dari Siaga, Penggalang, hingga Penegak. Cerita dikemas dengan suasana ringan sehingga pengunjung dapat mengenal tingkatan dalam Pramuka sambil menikmati alur dongeng.

Yang membuatnya semakin menarik, cerita dibawakan dalam tiga bahasa, yakni bahasa Banyumasan atau Ngapak, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Pergantian bahasa membuat penampilan terasa lebih beragam sekaligus menghadirkan nuansa lokal yang dekat dengan pengunjung.

Dengan hanya bermodalkan dua boneka tangan dan cerita sederhana, sesi dongeng tersebut berhasil membuat suasana stand semakin hidup. Pengunjung yang berada di sekitar stand turut menyimak cerita hingga selesai.

Penampilan ini menjadi salah satu bentuk kreativitas Kwarran Purwojati dalam mengenalkan kepramukaan dengan cara yang lebih santai, interaktif, dan mudah diterima, terutama bagi anak-anak yang ikut meramaikan Festival Pramuka Banyumas 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *